Menilik Peluang Bisnis Peternakan Babi

ternak babi

Babi memang bukan hewan yang banyak di ternakkan di Indonesia, mungkin hanya ada dibeberapa wilayah saja dikarenakan babi bukanlah hewan konsumsi yang menjadi mayoritas konsumen di Indonesia selain juga diharamkan oleh beberapa ajaran agama abrahamik. Terlepas dari itu semua sebenarnya babi sebagai hewan konsumsi memiliki cukup kandungan gizi diantaranya kalori, kalium, fosfor, zinc, natrijm, lemak tak jenuh namun disisi lain juga mengandung kolesterol, kolesterol yang terkandung dalam 100 g daging babi mencapai 80 mg. Baiklah kita akan bahas tentang peluang bisnis peternakan babi

Babi

Bagi Anda yang tidak memiliki pantangan memakan daging babi tentu ini merupakan sumber gizi hewani yang baik bagi tubuh karena berbagai macam zat gizi yang ada didalamnya. Menurut sejarah babi sudah diternakkan dan dikonsumsi sejak ribuan tahun yang lalu oleh bangsa Asia maupun Eropa, mudah dalam diternakkan karena babi tergolong hewan omnivore yang berarti pemakan segala sehingga manusia dizaman itu tidak terlalu kesulitan dalam mencari pakan. Sejalan dengan perubahan zaman nampaknya tradisi beternak babi masih ada hingga sekarang dengan kemajuan modernisasi yang mempermudah perawatan babi karena munculnya vitamin dan vaksin untuk menangkal penyakit yang umumnya muncul disetiap hewan ternak, tidak terkecuali babi.

Masuk ke dalam pembahasan utama kita yakni menilik peluang bisnis peternakan babi. Kami mendapatkan data yang dirilis oleh OECD (Organization for Economic Co-operation Development ) menyebutkan bahwa konsumsi daging babi mencapai 2,4 kg per kapita mengalahkan daging sapi yang hanya sekitar 1,8 kg per kapita saja sedanghkan daging unggas masih menempati urutan teratas dengan junlah 7 kg per kapita, data ini setidaknya bisa dijadikan acuan saja namun tidak harus dipercayai sepenuhnya karena data tersebut diriset dan kumpulkan oleh lembaga asing.

peternakan babi

BPS (Badan Pusat Statistik) menyajikan data yang sedikit berbeda dengan menyebutkan angka 0,26 kg per kapita untuk daging babi dan 0,47 kg per kapita untuk daging sapi sedangkan urutan teratas masih ditempati oleh daging ayam dengan jumlah 5,7 kg per kapita. Berdasarkan data tersebut diatas maka faktanya daging babi masih banyak peminatnya di Indonesia sehingga masi terbuka peluangnya jika Anda mulai mempertimbangkan usaha peternakan babi. Kami juga mendapatkan info dari beberapa sumber yang juga konsumen daging babi menyatakan bahwa ada 5 provinsi yang memilki potensi yang baik untuk peternakan babi, 5 provinsi tersebut diantaranya Bali, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, disana banyak ditemui peternakan babi berikut restoran yang menyajikan masakan olahan daging babi.

Baca Juga: Potensi Menjanjikan Binsis Sari Kedelai

Selain 5 provinsi tersebut kami menilai bahwa provinsi Maluku dan Papua juga memiliki potensi yang baik pula, tidak ada salahnya Anda yang memang memiliki angan mendirikan bisnis peternakan babi memilih lokasi yang kami rekomendasikan diatas, jadi kebetulan apabila Anda berdomisili di daerah yang kami sebutkan diatas. Sebelum Anda memutuskan untuk membuka peternakan babi ada baiknya melakukan riset mengenai seberapa banyak permintaan daging babi dilokasi Anda, Anda bisa cek pasar induk, pasar tradisonal, rumah makan, bistro, café atau tempat apapun yang menyajikan olahan babi, selanjutnya yang perlu Anda pikirkan soal modal dan lokasi sedangkan untuk segi pemasaran babi maupun sudah dalam bentuk daging kami kira saat ini cukup banyak alternatif yang bisa dilakukan, tidak harus memiliki stand tapi pemasaran bisa melalui online.

Demikian informasi peluang bisnis yang bisa kami sampaikan kepada Anda semoga bermanfaat.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*