Macam Jajanan Pasar Yang Laris Untuk Dijual

jajanan pasar
jajanan pasar/shutterstock.com

Zaman sudah modern, hal apapun yang menyangkut hajat hidup manusia sudah berubah. Ada banyak pergeseran dalam aspek sosial budaya, namun yang menarik ada 1 hal yang sepertinya belum berubah banyak dari dahulu hingga sekarang, apakah itu ? Jawabannya adalah minat masyarakat secara umum terhadap jajanan pasar

Jajanan pasar masih banyak peminatnya terbukti tidak hanya dijumpai di pasar tradisional saja, tapi kalau Anda tinggal dipinggiran kota tepatnya di kampung yang padat penduduk akan ada banyak penjual jajanan tradisonal, beberapa diantaranya menjual didepan rumah yang didepannya merupakan jalan penghubung antar desa/kampung sehingga relative ramai berlalu lalang sehingga strategis.

Selain itu kalau kita bisa lihat di kebanyakan warung kopi juga banyak jajanan pasar yang tersedia, beberapa fakta tersebut membuat jajanan tradisional masih mendapat tempat dihati dan lidah masyarakat Indonesia, tentunya jajanan pasar antar daerah berbeda-beda. Dalam segi tampilan sebagian ada yang dibungkus dengan daun pisang tapi juga ada yang dibungkus plastik lengkap dengan nama brand dan kontak yang bisa dihubungi.

Lantas apa saja jajanan pasar yang saat ini masih beredar di masyarakat dan laris untuk dijual ? Berikut ini daftarnya:

lemper
lemper/shutterstock.com
  • Lemper

Jajanan yang satu ini pasti familiar dikalangan orang Jawa pada umumnya, bisa ditemui di hampir seluruh Jawa Timur maupun Jawa Tengah, terbuat dari ketan yang berisi daging ayam cincang maupun abon sapi dan dibungkus dengan daun pisang, lemper banyak ditemui di warung kopi sebagai pengganjal perut.

arem arem
arem arem/shutterstock.com
  • Arem-arem

Jajanan yang satu ini serupa dengan lemper. Cuma bedanya arem-arem terbuat dari nasi yang setengah matang yang dipipihkan melebar lalu tengahnya diisi sambel goreng bersama sayuran lalu ditutup dengan nasi setengah matang juga dan digulung dengan bungkus daun pisang, dari segi ukuran relative lebih besar dari lemper karena dimakan sebagai pengganti sarapan pada umumnya.

nagasari
nagasari/shutterstock.com
  • Nagasari

Jajanan yang manis cocok sebagai kudapan, terbuat dari santan, tepung beras, tepung tapioka, garam, gula pasir serta pisang raja (paling cocok). Santan yang sudah tercampur dengan garam, garam dan gula dicampur dengan tepung beras dan tepung tapioca kemudian diisi dengan potongan pisang raja, simple namun enak rasanya. Jajanan tradisional ini familiar dikalangan masyarakat Jawa, sering muncul saat ada acara syukuran.

koci koci
koci koci/shutterstock.com
  • Koci-Koci

Jajanan yang menurut literatur konon berasal dari Cirebon, Jawa Barat, terbuat dari tepung ketan yang dicampur santan yang terlebih dahulu direbus, kemudian untuk bahan isiannya dari kelapa parut bercampur gula merah. Rasanya kenyal dan manis yang dominan. Cocok untuk dimakan sebagai camilan.

apem
apem/shutterstock.com
  • Apem

Jajanan yang terbuat dari tepung beras yang dibiarkan semalaman kemudian dicampur dengan telur, gula, santan dan tape serta sedikit garam kemudian dikukus, teksturnya cenderung lembut manis namun sedikit asam, menurut sejarah apem berasal dari India kemudian diperkenalkan oleh pedagang Gujarat yang saat itu berada di nusantara.

cucur
cucur/shutterstock.com
  • Kucur

Jajanan yang biasa disebut cucur/kucur tergantung penyebutan dimasing-masing daerah, hampir seluruh daerah di Indonesia, dibuat dari tepung beras dicampur gula aren yang digoreng. Bentuknya tebal menggembung dibagian tengah serta tipis dibagian pinggirannya menjadi ciri khas yang mudah dikenali.

Baca Juga: Cara Praktis Membuat Bubur Mutiara

Telah sampailah kita dipenghujung pembahasan mengenai jajanan pasar yang masih eksis dan laris saat dijual karena keunikan rasa dari masing-masing jajanan tradisonal, mungkin bisa menjadi inspirasi bisnis yang layak untuk dipertimbangkan. Akhir kata terima kasih sudah menyimak artikel sampai habis, kitta berjumpa lagi pada artikel berikutnya.

loading...

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*