Budidaya Ikan Cobia Jarang Orang Tahu Tapi Menjanjikan !

ikan cobia
ikan cobia/shutterstock.com

Mungkin sebagian dari Anda baru pertama kali mendengar nama ikan Cobia, ya memang jenis ikan ini kurang populer di Indonesia, namun bukan berarti jarang sekali dibicarakan oleh masyarakat. Ikan Cobia memiliki nama latin Rachycentron Canadium, secara umum bentuknya hampir menyerupai ikan Hiu namun dalam versi kecilnya.

Memiliki Panjang rata-rata 1,8 meter pada saat berukuran dewasa dan berat maksimal yang pernah dicapai sekitar 78 kg, kalau dilihat dari panjang dan bobotnya kurang lebih sama seperti bobot manusia. Ciri lainnya memiliki sisik kecil-kecil dan halus berwarna coklat tua bagian atas dan putih dibagian perut dengan 2 garis coklat tua pada kedua sisinya.

Habitat alami ikan ini di perairan laut beriklim hangat hingga tropis di Samudera Atlantik Barat dan Timur, perairan Karibia hingga sampai ke samudera Hindia. Ikan Cobia disebut juga hewan eurythermal atau hewan yang bisa hidup menyesuaikan suhu lingkungan yang ditempatinya, menurut penelitian ikan ini bisa hidup dengan baik pada suhu 1,5°C – 32°C.

Itulah tadi sekilas informasi mengenai jati diri Ikan Cobia, lalu bagaimana perkembangan bisnisnya di Indonesia ? Ikan ini mulai dikembang biakkan di BBPBL (Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut) Lampung pada bulan Oktober 2019 setelah mengetahui teknologi pembenihan yang efektif untuk mengasilkan bibit berkualitas.

Sampai dengan saat ini pengembangan budiaya ikan Cobia di BBPBL Lampung sudah pada tahap distribusi benih hasil pemijahan dari indukan, melalui indukan yang produktif ini mampu menghasilkan 900 ribu – 1,1 juta butir dalam sekali pemijahan, benih tersebut siap di distribusikan ke petani dan pembudidaya ikan melalui Keramba Jaring Apung.

daging cobia
daging cobia/shutterstock.com

Tentu saja ini merupakan kabar bagus bari para pengusaha pemula atau saat ini sudah menjalankan bisnis budidaya ikan, mungkin bisa menambah diversifikasi produk perikanan. Mengingat ikan Cobia merupakan komoditas baru, sebaiknya bisa dicoba juga. Nilai jualnya terbilang tinggi dipasar Internasional, dikisaran $1,5/kg atau 29.000 per kilo.

Harga 29 ribu per kilo bisa dibilang murah karena dalam pembudidayaannya memakan waktu yang singka jika diobandingkan jenis ikan laut lainnya, sebagai contohnya dalam waktu 1 tahun saja berat ikan per ekornya bisa mencapai rata-rata 5 kg. Asumsikan Anda punya 3000 bibit ikan Cobia hidup sehat dan bertahan samapi jangka waktu 1 tahun, maka jika dikalkulasikan 3.000 x 5 x 29.000 didapatkan hasil sebanyak 435 juta sekali panennya. Nilai ekonomis yang tinggi sekali.

Pakan yang diberikan bisa menggunakan ikan Rucah, ikan yang lazimnya digunakan oleh petani ikan dikawasan pesisr untuk pakan jenis ikan laut lainnya yang dibudidayakan. Takaran pakan yang disarankan yakni 3% dari berat ikan. Jumlah ikan Cobia anda dalam 1 Keramba Jaring Apung asumsikan 100 ekor, rata-rata 1 ekor ikan berbobot 4 kg, maka hitungannya 100 x 4 x 3% = 12 kg. Dalam 1 Keramba Jaring Apung dengan berat total 400 kg Adan hanya perlu 12 kg pakan saja. Sebagai info saja harga ikan Rucah per 5kg seharga 30 ribu.

Baca Juga: Prospek Bisnis Budidaya Ikan Kerapu

Perbandingan harga pakan dengan nilai jualnya sangat menguntungkan sekali, hasil penjualan yang terserap 100% mungkin sekitar 30% nya digunakan untuk pakannya. Inilah mengapa para pengusaha yang sudah mengerti peluang bisnisnya bisa segera mencobanya, namun ada baiknya jika Anda tertarik menggelutinya untuk melakukan riste lebih dalam, syujur bisa berkunjung ke Lampung untuk belajar secara langsung disana.

Sekian info bisnis yang dapat kami berikan kepada Anda semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada kesempatan berikutnya !

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*